Sunday, July 3, 2016

MAKALAH PRAKTEK PERBANKAN DAN BISNIS SYARIAH

MAKALAH
PRAKTEK PERBANKAN DAN BISNIS SYARIAH
‘’ Ruang Lingkup Bisnis dan Perilaku Tujuan Berbisnis’’
Dosen Mata Kuliah :
Dra. Sri Nuring Wahyu,M.,Si



Disusun Oleh :
Kelompok III

1.      Amelia Sanjaya                                      2130920001
2.      Heriyanto                                               2130920002
3.      Rihmatun Nisa’                                      2130920003
4.      Muhammad Syafi’I                                2130920010
5.      Andi Kurniawan                                    2130920025
6.      Abdi Robby H                                       2130920017

ILMU ADMINISTRASI NIAGA
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS ISLAM MALANG

2016




KATA PENGANTAR

          Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat serta hidayahNya, sehingga tugas ini dapat terselesaikan dengan lancar.
Adapun tujuan dari penulisan tugas ini adalah untuk penilaian ujian akhir semester genap mata kuliah. Tentunya penyusunan laporan ini tak luput dari bantuan serta dukungan dari pihak-pihak yang terkait.

            Kami mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Allah SWT.
2.      Teman-teman seperjuangan jurusan Administrasi Niaga A angkatan 2013







Malang,  7 Januari 2015


Penulis








DAFTAR ISI
Caver...................................................................................................................................
Kata Pengantar................................................................................................................... i
Daftar Isi............................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang....................................................................................................... 1
2.      Rumusan Masalah.................................................................................................. 1
3.      Tujuan Masalah...................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
1.      Sejarah Perkembangan Bisnis................................................................................ 2
2.      Usaha Perusahaan.................................................................................................. 2
3.      Peluang-peluang Yang Disediakan Bisnis............................................................. 3
4.      Motif Pembelian.................................................................................................... 3
5.      Berdagang Adalah Hobby dan Ibadah.................................................................. 4
6.      Fastabiquil Khairat................................................................................................. 4
BAB III PENUTUP
1.      Simpulan................................................................................................................ 5
2.      Saran...................................................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Bisnis adalah suatu kata yang populer dalam kehidupan sehari-hari. Tiap hari jutaan manusia melakukan kegiatan bisnis sebagai produsen, perantara maupun sebagai konsumen. Kaum produsen dan orang-orang lain yang bergerak dalam kegiatan bisnis berhasil membuat keuntungan dan memperbesar nilai bisnisnya yang makin lama makin meningkat. Dalam zaman modern sekarang ini dunia bisnis semakin kompleks, dan membutuhkan banyak waktu bagi mereka yang ingin mempelajarinya serta mempraktekkan sampai berhasil.
Bisnis berarti sejumlah total usaha yang meliputi pertanian, produksi, konstruksi, distribusi, transportasi, komunikasi, usaha jasa dan pemerintahan yang bergerak dalam bidang membuat dan memasarkan barang dan jasa konsumen. Istilah bisnis ini pada umumnya ditekankan pada tiga hal yaitu:
1.      Usaha perseorangan kecil-kecilan.
2.      Usaha perusahaan besar seperti pabrik, transport, surat kabar, hotel, dan sebagainya.
3.      Usaha dalam bidang struktur ekonomi suatu negara.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Sejarah Perkembangan Bisnis?
2.      Usaha Perusahaan?
3.      Peluang-peluang yang Disediakan Bisnis?
4.      Motif Pembelian?
5.      Berdagang Adalah Hobby dan Ibadah?
6.      Fastabiqul Khairat?
1.3  Tujuan Masalah
1.      Untuk Mengetahui Sejarah Perkembangan Bisnis.
2.      Untuk Mengetahui Bagaimana Usaha Perusahaan Dalam Berbisnis.
3.      Untuk Mengetahui Apa Saja Peluang-peluang Yang Disediakan Bisnis.
4.      Untuk Mengetahui Apa Saja Motif Pembelian.
5.      Untuk Mengetahui Bagaimana Berdagang Dijadikan Hobbi dan Ibadah.
6.      Untuk Mengetahui Apa Itu Fastabiqul Khairat.



BAB II
PEMBAHASAN

1.1  Sejarah Perkembangan Bisnis
Pada masa dulu, kegiatan bisnis ini dilakukan pada tingkat keluarga, secara tertutup. Keluarga-keluarga pada saat itu menanam tanaman guna memenuhi kebutuhan bahan makananan, membuat pakaian sendiri, membuat rumah sendiri dengan bantuan tetangga dan sebagainya. Kemudia muncul Revolusi Industri yang membawa perubahan secara drastis dan sangat penting. Adanya mesin uap menimbulkan perubahan pada pertanian yang tadinya menggunakan bajak, dengan tenaga sapi, kerbau, sekarang diganti dengan traktor dan buldozer yang bertenaga luar biasa.
Sekarang ini dalam zaman globalisasi, dunia yang makin transparan kita lihat bagaimana hebatnya persaingan bisnis perusahaan nasional, multinasional, perang ekonomi lewat perdagangan antar bangsa, yang saling berebut untuk menguasai pasar dunia dalam bidang barang dan jasa. Oleh sebab itu, kita harus mulai menggembangkan dan mencurahkan perhatian untuk membina generasi muda yang tanggap akan informasi bidang bisnis ini, sebagai orang-orang bisnis yang jeli dan terampil, bukan hanya laki-laki saja, tetapi juga kaum wanitanya sebagai wanita usaha.
1.2  Usaha Perusahaan
           Manusia sebagai hamba Allah SWT, adalah makhluk sosial yang selalu ada dalam lingkungan pergaulan dengan manusia lainnya. Demikian pula dunia bisnis tidak bisa melepaskan diri dari lingkungan masyarakat. Rumah Tangga Peusahaan (RTP) sebagai suatu bentuk bagian dari bisnis berada di tengah masyarakat, dan RTP harus menjaga hubungan baik, dengan lembaga, organanisasi dengan individu-individu sebagai anggota masyarakat. Dengan relasi yang baik, terjaminlah hubungan antar sesama manusia habluminannaas di samping hablumminallah.


Terdapat lima jenis Rumah Tangga Perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa yaitu:
1.      RTP Agraris yaitu yang mengelola pertanian, perkebunan, dan juga termasuk ke dalam kelompok ini usaha peternakan dan perikanan.
2.      RTP Ekstraktif yaitu usaha dalam bidang pertambangan, termasuk pula usaha penangkapan ikan di laut dan usaha mengeksploitasi hasil laut lainnya.
3.      RTP Industri yaitu usaha yang memproses bahan mentah menjadi produk baru.
4.      RTP Perdagangan yaitu usaha yang memperjualbelikan dan menyalurkan barang dari produsen sampai ke konsumen.
5.      RTP Jasa yaitu usaha yang bergerak dalam menghasilkan dan menjual jasa kepada konsumen, seperti usaha perbankan, asuransi, berbagai jenis angkutan darat, laut, udara, usaha bidang pendidikan, konsultan, pemeliharaan kesehatan dan sebagainya.

1.3  Peluang-peluang yang Disediakan Bisnis
Dunia bisnis sangat tanggap akan kekurangan barang di pasar guna memenuhi kebutuhan manusia sepanjang masa. Dan kegiatan ini tidak akan henti-hentinya, dan menantang arus. Dunia bisnis tumbuh dan berkembang pesat, sehingga sekarang di pasar dijumpai berjuta-juta macam barang dan jasa dihasilkan dan membutuhkan berpuluh juta tenaga kerja muda.
Sekarang ini lapangan kerja tidak lagi diarahkan ke bidang pemerintahan, jadi pegawai negeri akan tetapi anak muda mulai mengarahkan pandangan ke dunia bisnis, karena lapangan ini sesuai dengan semangat pemuda, yang selalu ingin mendapat tantangan, guna mencoba kemampuannya.
1.4  Motif Pembelian
Konsumen pada waktu akan membeli barang atau jasa didorong oleh berbagai motif antar lain motif rasional, motif selektif, dan motif emosional. Motif-motif yang mana yang mendorong seseorang untuk membeli banyak tergantung pada buying habit.
Selanjutnya motif rasional adalah sebelum berbelanja seorang individu memikirkan secara matang apa yang akan dibelinya, misalnya seseorang merasa lapar, maka secara rasional ia akan mencari nasi. Jika nanti ia memilih restoran tertentu atau memilih makanan tertentu maka ia sudah menggunakan motif selektif. Sedangkan motif emosional ialah motif yang muncul seketika yang mendorong seseorang berbelanja. Misalnya melihat berita majalah, atau surat kabar menarik maka ia langsung membeli, atau sedang berjalan-jalan didepan etalase toko, melihat pakaian bagus, atau melihat coklat, permen, lalu langsung membeli.
1.5  Berdagang Adalah Hobby dan Ibadah
Konsep berdagang adalah Hobby, kebanyakan dianut oleh para pedagang Cina. Mereka memang menekuni dunia perdagangan dalam keseharian mereka. Mereka sangat respek terhadap pembeli. Demikian pula dalam pergaulannya, orang Cina selalu mengembangkan hubungan dengan para relasi.
Bagi orang muslim, kegiatan berdagang sebenarnya lebih tinggi derajatnya, yaitu dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Berdagang adalah sebagian dari hidup, yang harus ditujukan untuk beribadah kepada-Nya, dan wadah untuk berbuat baik pada sesama. Ada sebuah hadist menyatakan:
“Sesekali-kali tidaklah seorang mukmin akan merasa kenyang mengerjakan kebaikan, sampai puncaknya ia memasuki surga (HR. Tirmidzi)
1.6  Fastabiqul Khairat
Berbuat baik adalah keadaan yang paling intens dalam berhubungan dengan orang lain, terbukti efektif dalam keseimbangan otak. Keadaan seimbang ini diperlukan untuk mengontrol kesehatan tubuh. Pandangan-pandangan yang diungkapkan Prof.  Dr. H. Buchari Alma dan Donni Juni Priansa, S. Pd tidak beralasan, tapi mereka beranjak dari hasil penelitian, yaitu:
“Penelitian terhadap para pekerja di bidang sosial ternyata mempunyai kondisi kesehatan lebih baik dari rata-rata dan harapan hidup lebih tinggi. Penelitian selama sembilan tahun terhadap orang-orang yang suka hidup menyendiri, tidak kawin, tidak senang bergaul, persentase mereka lebih besar terserang penyakit berat dan angka kematiannya ada dua setengah kali lebih tinggi dari kelompok orang-orang normal.


BAB III
PENUTUP
3.1  Simpulan
      Bisnis berarti sejumlah total usaha yang meliputi pertanian, produksi, konstruksi, distribusi, transportasi, komunikasi, usaha jasa dan pemerintahan yang bergerak dalam bidang membuat dan memasarkan barang dan jasa konsumen. Sehingga sebelum kita melakukan kegiatan bisnis, kita harus memahami apa saja ruang lingkup bisnis dan tujuan berbisnis yang akan kita jalankan seperti yang dibahas dalam makalah ini.

3.2  Saran
Kami menyadari bahwa makalah ini tidaklah sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Oleh karena itu kami mengharapkan saran maupun kritikan yang membangun untuk menambah wawasan kami dalam penulisan makalah kedepannya.




No comments:

Post a Comment