MAKALAH
PERENCANAAN
PENGEMBANGAN SDM
PERENCANAAN TAKTIS SUMBER DAYA MANUSIA
Dosen
Pembibmbing: Dra. Ratna Nikin H, M.Si
Disusun
oleh:
Shofi Aliyatul (213092000
Nur Habibah (21309200
Winda Andini Putri (2130920020)
JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
FAKULTAS ILMU
ADMINISTASI
UNIVERSITAS ISLAM
MALANG
2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan atas Kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat
dan hidayahNya, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Perencanaan
Pengembangan SDM yang berjudul “Perencanaan Taktis Sumber Daya”. Atas dukungan
moral dan materi yang diberikan dalam menyusun makalah ini, maka kami
mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dosen
pembimbing Mata Kuliah Perencanaan
Pengembangan SDM yang memberikan materi pendukung,
masukan, dan bimbingan.
2. Sahabat-sahabat
kami yang memberi dukungan kepada kami dalam membuat makalah ini.
Semoga
Allah SWT berkenan membalas segala kebaikannya. Kami harap makalah ini dapat
berguna dikemudian hari. Di dalam makalah ini banyak sekali pembahasan tentang
“Perencanaan Taktis Sumber Daya”, namun kami menyadari bahwa makalah kami belum
begitu sempurna, oleh karena itu saran serta kritik yang membangun dari
rekan-rekan kami butuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.
Malang, 05 Maret 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................. ……. i
DAFTAR ISI................................................................................................ ……. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................... 1
1.3 Tujuan............................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Konsep
Perencanaan Sumberdaya………………………………………… .. 3
2.2 Bidang
Aktivitas / Activity Area…………………………………… ……... 3
2.3 Seperangkat
Kebijakan Pengembangan Kebijakan dalam Bidang Aktivitas Taktis 5
2.4 Proses
Perencanaan Sumberdaya Manusia Taktis…………………………. 6
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan.................................................................................................... 7
3.2
Saran……………………………………………………………………….. 7
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam proses
manajemen, yang menjadi titik awalnya adalah perencanaan. Jadi perencanaan
sebagai awal kita melakukan proses manajemen sebelum kita melakukan
pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan.
Menurut George R. Terry perencanaan adalah: “planning is the selecting
and relating of fact and the making and using of assumption regarding the
future in the visualization and formulating of proposed activities believed
necessary to achieve desired result”. Dalam pengertian tersebut bisa kita
simpulkan antara lain:
1.
Perencanaan merupakan kegiatan yang harus didasarkan pada fakta, data dan
keterangan kongkret.
2.
Perencanaan merupakan suatu pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran,
imajinasi dan kesanggupan melihat ke masa yang akan datang.
3.
Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan menyangkut tindakan-tindakan apa
yang dapat dilakukan terhadap hambatan yang mengganggu kelancaran usaha.
Pada
intinya perencanaan dibuat sebagai upaya untuk merumuskan apa yang sesungguhnya
ingin dicapai oleh sebuah organisasi melalui serangkaian rumusan rencana
kegiatan tertentu. Dalam hal ini, tidak ada
unit organisasi yang dapat ditunjuk memiliki tanggungjawab satu-satunya untuk
melaksanakan fungsi human resource (sumber daya manusia). Namun, fungsi
ini dilakukan oleh beragam kelompok orang yang tersebar di seluruh organisasi –
dari mulai chief executive officer hingga line managers dan
personalia yang bekerja di dalam departemen human resources. Bagaimana
semua komponen ini berlangsung untuk bertindak bersama-sama dalam rangka
mencapai strategi-strategi human resource? Pengembangan kebijakan taktis
akan mengkoordinasikan beragam komponen untuk mencapai tujuan human resource
strategis dengan upaya organisasi efisien.
1.2 RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana Konsep Perencanaan
Sumberdaya Manusia?
b. Apa yang dimaksud Bidang
Aktivitas / Activity Area?
c. Bagaimana Seperangkat Kebijakan
Pengembangan Kebijakan dalam
Bidang Aktivitas Taktis?
d. Bagaimana Proses Perancanaan
Sumberdaya Manusia Taktis?
1.3 TUJUAN
a. Untuk Mengetahui Konsep Perencanaan Sumberdaya
Manusia.
b. Untuk Mengetahui Pengertian Bidang Aktivitas /
Activity Area.
e. Untuk mengetahui Cara Kerja Seperangkat Kebijakan
Pengembangan Kebijakan dalam
Bidang Aktivitas Taktis.
f. Untuk Mengetahui Proses Perancanaan
Sumberdaya Manusia Taktis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Perencanaan
Sumberdaya Manusia
Perencanaan
Taktis adalah alokasi dari sumber-sumber organisasi menjadi lebih khusus dalam
unit-unit organisasi dan posisi-posisi pekerjaan (jabatan). Pada tingkat fungsi
perencanaan, perencanaan taktis merupakan pembagian usaha sumberdaya manusia.
Terdapat
dua konsep utama dalam perencanaan taktis merupakan pembagian usaha sumberdaya
manusia yaitu:
·
Bidang aktivitas:
pengelompokan (cluster) aktivitas-aktivitas yang dapat dikontrol oleh
pernyataan kebijakan yang telah umum.
·
Seperangkat kebijakan:
satu kelompok (group) kebijakan-kebijakan yang bersama-sama mengontrol
keseluruhan tactical activity area.
2.2 Bidang Aktivitas /
Activity Area
Identifikasi
bidang aktivitas merupakan kunci bagi perencanaan taktis untuk fungsi
sumberdaya manusia. Dengan memilih bidang-bidang yang penting bagi rencana
strategis, komite taktikal perencanaan sumberdaya manusia berkonsentrasi untuk
mengontrol bidang-bidang tersebut dan membantu untuk memastikan bahwa rencana
strategis yang dimaksud dapat terlaksana.
Terdapat
dua metode dalam mengidentifikasi bidang aktivitas yaitu:
·
Judgmental selection :
pilihan didasarkan pada kontribusi bagi strategi-strategi sumberdaya manusia.
·
Empirical selection :
pilihan didasarkan pada kontribusi bagi tujuan-tujuan sumberdaya manusia
Organisasi
yang kecil dengan operasi di satu atau beberapa lokasi biasanya menggunakan
judgmental selection. Sedangkan organisasi yang lebih besar dengan operasi di
banyak lokasi biasanya menggunakan kedua metode tersebut.
a)
Judgmental
selection
Dalam
metode ini, komite menyiapkan daftar bidang aktivitas manajemen sumberdaya
manusia yang mencakup seluruh aktivitas yang terjadi dalam organisasi. Kemudian
komite mengevaluasi setiap bidang yang kepentingannya berkaitan dengan
strategi-strategi sumberdaya manusia dalam organisasi. Proses ini menggunakan
pertemuan khusus terstruktur, atau serangkaian pertemuan-pertemuan, yang
dirancang untuk mengurangi kecenderungan individu untuk menyesuaikan diri tanpa
berpikir dengan opini kelompok atau pemimpin. Struktur pertemuan memungkinkan
atau mengizinkan anggota komite untuk mengembangkan pemahaman yang cermat dan
umum dari bidang aktivitas dan strategi sumberdaya manusia. Hal ini akan
memberikan informasi yang diperlukan untuk memilih area aktivitas dan akan
mendorong kegunaan tujuan dari informasi tersebut.
Pertemuan
tersebut sebaiknya menggunakan outside facilitator yang akan memfasilitasi
kerja dari kelompok, dan bukan memimpin kelompok tersebut. Hal ini untuk
menghindari kecenderungan umum lainnya dari peserta pertemuan untuk merubah
pertanggungjawaban kepada pemimpin. Hal-hal yang dilakukan fasilitator adalah
sebagai berikut:
1. Menyiapkan
pertemuan dengan menguraikan tugas bagi kelompok. Penguraian tugas yang
kompleks menjadi lebih sederhana sangat meningkatkan akurasi keputusan yang
dibuat melalui penggunaan informasi yang lebih efisien.
2. Menyediakan
kesempatan bagi seluruh anggota untuk berpartisipasi dan khususnya mendorong
bagaimana ekspresi opini minoritas.
3. Mendorong
kelompok untuk menunda evaluasi sampai analisis selesai dilakukan.
4. Menghindari
penyampaian idenya sendiri kepada kelompok.
5. Menyediakan
persiapan laporan tertulis yang mengandung:
·
Pentingnya area
aktivitas
·
Bidang aktivitas yang
digunakan sebagai bidang taktis
·
Mengapa setiap bidang
aktivitas yang dipilih penting untuk setiap strategi.
b)
Empirical
Selection
Metode pemilihan empiris didasarkan
pada kenyataan bahwa lokasi operasi yang berbeda dari suatu organisasi
melibatkan perhatian aktivitas menajemen sumberdaya manusia yang berbeda.
Lokasi dipelajari untuk menentukan jumlah aktivitas-aktivitas yang diperhatikan
yang dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan dari sumberdaya manusia
dengan sukses. Bidang aktivitas yang paling banyak memberikan kontribusi
dipakai sebagai taktik. Bidang aktivitas dapat diidentifikasi melalui
langkah-langkah berikut:
1. Melakukan
audit aktivitas sumberdaya manusia di tiap-tiap lokasi.
2. Melakukan
analisis faktor pada kelompok aktivitas-aktivitas menjadi bidang aktivitas dan
untuk menentukan perluasan dan keefektifan aktivitas di setiap bidang
aktivitas.
3. Mengembangkan
pengukuran kontribusi dari setiap lokasi terhadap pencapaian tujuan sumberdaya
manusia organisasi. Pengukuran ini akan diterapkan pada aktivitas sumberdaya
manusia di berbagai lokasi.
4. Melakukan
analisis regresi untuk membangun hubungan antara perluasan dan keefektifan
bidang aktivitas dengan pencapaian tujuan sumberdaya manusia dalam organisasi.
Analisis ini akan menghasilkan bidang aktivitas yang sangat penting bagi
pencapaian tujuan strategis.
c)
Comparison
of the Selection Methods
Metode judgmental dan metode empiris
merupakan alat yang efektif untuk memilih area aktivitas yang penting bagi
rencana strategis. Judgmental memfokuskan pada strategi, sedangkan empiris
memfokuskan pada tujuan strategis. Suatu perusahaan dengan satu atau dua lokasi
terbatas pada metode judgmental, sedangkan perusahaan dengan banyak lokasi
menyadari pentingnya kegunaan dari kedua merode tersebut.
2.3 Seperangkat Kebijakan
Pengembangan
Kebijakan dalam Bidang Aktivitas Taktis
Ketika bidang aktivitas taktis telah
dipilih untuk digunakan sebagai taktik, maka kebijakan-kebijakan harus
dikembangkan bagi bidang-bidang tersebut. Kebijakan-kebijakan yang diambil
harus konsisten dengan filosofi organisasi yang berkaitan dengan sumberdaya
manusia dan dengan tujuan serta strategi sumberdaya manusia. Setidaknya
beberapa kebijakan telah ada sebelumnya bagi setiap bidang. Kebijakan-kebijakan
tersebut harus direvisi sehingga bermanfaat bagi tujuan taktis.
Analisis yang dilakukan untuk
memilih bidang aktivitas akan menyarankan topik spesifik dan bahkan pemilihan
kata yang spesifik untuk pernyataan kebijakan. Jika bidang aktivitas yang
terpilih berdasarkan metode judgmental, maka anggota komite perencanaan taktis
harus mempersiapkan laporan yang menyatakan alasan-alasan mereka bahwa
strategi-strategi yang diambil akan melibatkan setiap area aktivitas yang
terpilih. Alasan-alasan tersebut menunjuk pada keputusan penting yang harus
dikontrol dengan kebijakan.
Jika bidang aktivitas yang dipilih
berdasarkan metode empiris, perhatian pada pengukuran termasuk dalam setiap
faktor (bidang aktivitas) yang menyediakan petunjuk bagi keputusan penting yang
harus dikontrol dengan kebijakan. Pengukuran tersebut lebih menitikberatkan
pada faktor yang menekankan perhatian lebih besar dalam pengembangan kebijakan.
2.4 Proses Perancanaan
Sumberdaya Manusia Taktis
Komite perencanaan sumberdaya
manusia taktis harus merancang serangkaian kebijakan taktis. Pedoman untuk
merancang kebijakan taktis yang dapat diterapkan untuk serangkaian kebijakan
taktis adalah sebagai berikut:
·
Rangkaian kebijakan
taktis harus bersifat kompatibel dengan struktur distributif (struktur
organisasi), budaya organisasi, dan anggaran finansial.
·
Rangkaian kebijakan
taktis harus mempersiapkan upaya manajemen sumberdaya manusia untuk mendapatkan
incremental return yang sama.
·
Rangkaian kebijakan
taktis harus dapat berfungsi sebagai bagian yang terintegrasi untuk
mengimplementasi rencana-rencana strategis. Rangkaian kebijakan taktis dan
strategi-strategi sumberdaya manusia harus memiliki hubungan yang bersifat
mutually interactive sehingga masing-masing dapat diatur menjadi efektivitas
yang optimum dari hubungan tersebut.
·
Rangkaian kebijakan
taktis harus sesuai dengan rancangan organisasi dan identitas organisasi.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Perencanaan
Taktis adalah alokasi dari sumber-sumber organisasi menjadi lebih khusus dalam
unit-unit organisasi dan posisi-posisi pekerjaan (jabatan).
Identifikasi bidang aktivitas
merupakan kunci bagi perencanaan taktis untuk fungsi sumberdaya manusia.
Komite
perencanaan sumberdaya manusia taktis harus merancang serangkaian kebijakan
taktis.
3.2 SARAN
Saran yang membangun dari
para pembaca ,penulis sangat diharapkan ,berkenaan dengan sitematika penulisan makalah maupun pembahasannya, sehingga dapat menambah wawasan
dan pengetahuan yang bermanfaat bagi kita semua.


