MAKALAH PERENCANAAN
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
‘’ANALISIS DAN EVALUASI
JABATAN ‘’
Disusun
Oleh:
Amelia Sanjaya (2130920001)
Rohmatul
Amaliah (2130920007)
Rania
Puspitasari (2130920012)
Program Studi Ilmu
Administrasi Niaga
Fakultas Ilmu
Administrasi
Universitas Islam
Malang
2016
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan taufiq,
rahmat, serta ridho-Nya kepada kita semua,sehingga makalah kami ini dapat
terselesaikan dengan tema “ANALISIS DAN EVALUASI JABATAN”. Makalah ini
ditujukan untuk memenuhi
tugas mata kuliah Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Dan
tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada ibu Dra.Ratna Niken Hardati M.Si
selaku dosen pengajar dan semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah
ini. Makalah
ini masih jauh dari sempurna,oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga
makalah ini memberikan informasi bagi mahasiswa dan bermanfaat untuk pengembangan
ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Malang, 3 Maret 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar.................................................................................
Daftar
Isi..........................................................................................
Bab
I
Pendahuluan..........................................................................
1.1 Latar
Belakang
1.2 Rumusan
Masalah
1.3 Tujuan
Bab II Pembahasan
2.1 Definisi Analisis Jabatan
2.2 Tujuan Analisis Jabatan
2.3 Deskripsi Jabatan dan Spesifikasi
Jabatan
2.4
Manfaat Informasi Analisis Jabatan
2.5 Evaluasi Jabatan
2.6
Metode-metode Evaluasi Jabatan
2.7
Mengaplikasikan Evaluasi Jabatan
Bab III Kesimpulan dan Saran
Bab IV Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Fungsi operasional manajemen
sumberdaya manusia yang pertama adalah pengadaan atau perekrutan tenaga kerja bagi keperluan
organisasi (Ranupandoyo dan Suad Husnan: 2002). Supaya
tenagakerja yang akan direkrut untuk bekerja pada organisasi sesuai dengan
keinginan, maka
lebih dulu harus ditentukan standar sumberdaya manusia sebagai pembandingnya.
Standar ini merupakan persyaratan minimum yang harus dipenuhi agar seseorang
karyawan bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di
atas, penyusun merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.
1) Apa
yang dimaksud dengan analisis jabatan?
2) Apa
tujuan analisis jabatan?
3) Apa
yang dimaksud dengan jabatan dan spesifikasi jabatan?
4) Apa
manfaat informasi analisis jabatan?
5) Apa
yang dimaksud evaluasi jabatan?
6) Apa saja metode evaluasi jabatan?
7) Bagaimana aplikasi evaluasi jabatan?
C.
Tujuan
1) Mengetahui
definisi analisis
jabatan
2) Memahami tujuan analisis jabatan
3) Mengetahui
deskripsi jabatan dan spesifikasi jabatan
4) Mengetahui
manfaat informasi analisis jabatan
5) Mengetahui
evaluasi jabatan
6) Mengetahui metode-metode evaluasi jabatan
7) Mengetahui aplikasi evaluasi jabatan
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Analisis Jabatan
Analisis
jabatan merupakan suatu proses untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai
informasi yang berhubungan dengan berbagai operasi dan kewajiban suatu jabatan.
Dengan demikian analisis jabatan akan mencoba mengupas suatu jabatan, dengan
memberi jawaban atas pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana
menjalankannya, mengapa pekerjaan tersebut harus dilakukan. Hasil dari analisis
jabatan ini adalah deskripsi jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan
(job specification).
2.2 Tujuan Analisis
Jabatan
Tujuan utama analisis
jabatan adalah : (a) guna menentukan derajat pengetahuan, keterampilan, dan
kemampuan yang dituntut suatu jabatan, (b) guna menentukan derajat berbagai
tugas yang terkandung dalam suatu jabatan dalam rangka perencanaan jabatan.
Empat aspek tugas suatu jabatan yang dinilai adalah frekuensi tugas dalam waktu
tertentu, jumlah waktu yang dibutuhkan tugas tersebut, tingkat kesulitan tugas,
dan konsekuensi kesalahan. Kajian seperti ini biasanya diadakan secara mendalam
oleh konsultaan ketenagakerjaan.
2.3 Deskripsi Jabatan
dan Spesifikasi Jabatan
Hasil pertama yang
segera diperoleh dari proses analisis jabatan adalah deskripsi jabatan,
deskripsi jabatan merupakan suatu pernyataan yang teratur, dari berbagai tugas
dan kewajiban suatu jabatan tertentu.Suatu pernyataan dari kualitas minimum
karyawan yang bisa diterima agar dapat menjalankan suatu jabatan dengan baik.
2.4 Manfaat Informasi
Analisis Jabatan
Analisis jabatan di
samping menghasilkan deskripsi dan spesifikasi jabatan, juga mempunyai berbagai
manfaat lainnya.Di antara berbagai manfaat tersebut adalah (Ranupandoyo dan
Husnan,2002):
1. Pengadaan
Tenaga Kerja. Spesifikassi jabatan merupakan standar personalia yang akan
dipakai sebagai pembanding para pelamar jabatan tersebut. Isinya akan
memberikan dasar pembentukan prosedur seleksi nantinya.
2. Latihan.
Uraian tentang tugas-tugas dan perlengkapan yang digunakan akan menjadi bahan
pembantu di dalam pengembangan program-program latihan.
3. Evaluasi
Jabatan. Untuk menentukan apakah suatu pekerjaan bisa dikerjakan/diselesaikan
dengan baik, maka deskripsi jabatan akan sangat membantu dalam penentuan
sasaran pekerjaannya.
4. Promosi
dan transfer. Informasi jabatan akan membantu dalam menentukan salinan promosi
ataupun transfer.
5. Organisasi.
Informasi jabatan yang diperoleh dari analisis jabatan seringkali menghasilkan
petunjuk bahwa organisasi yang ada perlu diperbaiki.
6. Induksi.
Untuk pegawai baru, deskripsi jabatan akan sangat berguna untuk maksud/tujuan
organisasi. Deskripsi jabatan akan memberikan gambaran tentang pekerjaan yang
harus dilakukan.
7. Konsultasi.
Informasi jabatan akan sangat berguna dalam pemberian konsultasi, baik bagi
yang belum bekerja maupun sudah bekerja tetapi merasa tidak sesuai dengan
jabatannya sekarang ini.
8. Analisis
jabatan memberikan keterangan yang akan membantu dalam kemungkinan perubahan
jabatan supaya bisa diisi oleh karyawan-karyawan dengan sifat khusus.
2.5 Evaluasi Jabatan
Evaluasi jabatan ialah suatu usaha
untuk menentukan dan membandingkan nilai suatu jabatan tertentu dengan nilai
jabatan-jabatan yang lain yang ada dalam suatu organisasi. Menurut definisi
yang dikeluarkan oleh International Labor Organization (ILO), evaluasi jabatan
ialah :
a. Suatu
proses analisis dan penilaian jabatan tertentu untuk menentukan tingkat
harga/balas jasa yang wajar, dengan mana struktur upah yang adil akan disusun.
b. Suatu
metode yang digunakan untuk menyusun tingkatan-tingkatan (rank) jabatan secara
keseluruhan guna dijadikan dasar penentuan upah.
c. Penilaian
jabatan guna menentukan jabatan tertentu dalam suatu hirarki jabatan.
d. Sesuatu
yang bertujuan untuk menentukan nilai relatif dari jabatan-jabatan yang ada
dalam suatu organisasi, dengan cara yang logis dan disepakati bersama.
Secara
umum, evaluasi jabatan dapat dinyatakan sebagai penentuan nilai relatif atau
harga dari suatu jabatan guna menyusun ranking di dalam penentuan upah.
2.5.1.
Syarat Dilaksanakannya Evaluasi Jabatan
1.
Perusahaan
harus mengadakan suatu analisis jabatan yang baik untuk menentukan deskripsi
jabatan dan spesifikasi jabatannya. Hasil dari analisis biasa disebut deskripsi
jabatan, yaitu catatan yang sistematis tentang tugas dan tanggung jawab suatu
jabatan tertentu yang didasarkan pada kenyataan. Dari diskripsi jabatan, bisa
disusun suatu spesifikasi jabatan, yaitu suatu catatan tentang kualitas yang
diperlukan oleh seorang personal untuk memangku suatu jabatan tertentu. Isi
dari suatu spesifikasi jabatan:
a. Identifikasi
jabatan:
-
Nama jabatan
-
Kode jabatan
-
Bagian/deartemennya
b. Ringkasan
jabatan
c. Syarat-syarat
kerja, antara lain berupa:
-
Pendidikan yang diperlukan untuk memangku jabatan
tertentu
-
Jenis pengalaman yang diperlukan
-
Tingkat inisiatif yang diperlukan
-
Usaha fisik yang diperlukan
-
Usaha mental yang diperlukan
-
Tanggung jawab terhadap berbagai hal yang berhubungan
dengan jabatan tersebut
-
Kondisi kerjanya
-
Risiko kerjanya
-
Umur yang cocok untuk memangku jabatan tersebut
-
Jenis kelamin yang cocok
-
Tinggi dan berat badan yang diperlukan
-
Lain-lain syarat yang dipandang perlu dan relevan
dengan jabatan
1. Setelah
diketahui spesifikasi jabatan ini, maka perlu diadakan penggolongan jabatan,
misalnya jabatan-jabatan yang gada di kantor dan jabatan-jabatan yang ada di
kantor dan jabatan-jabatan yang ada di pabrik. Kedua jabatan ini perlu
dibedakan, sebab keduanya memiliki unsur-unsur dan syarat-syarat jabatan yang
berbeda
2. Sebelum
dimulainya suatu penilaian jabatan perlu terlebih dahulu diadakan penyebaran
ide sehingga semua karyawan betul-betul memahami dan memaklumi akan evaluasi
jabatan tersebut. Dengan demikian diharapkakn para karyawan dapat memberikan
bantuan dalam pelaksanaan penilaian dan mau menerima dan menaati hasil
penilaian tersebut.
2.6 Metode-metode Evaluasi Jabatan
1.
The ranking
method (the simple ranking method)
Merupakan system
yang paling sederhana dan banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan kecil yang
memiliki proses produksi dan proses administrasi yang sederhana. Proses
evaluasinya sebagai berikut:
a. Spesifikasi
jabatan yang ada, dipisah-pisahkan mana yang berada di tingkat atas mana yang
berada di tingkat bawah atau mana yang paling sukar dan mana yang paling mudah.
b. Jabatan-jabatan
tersebut kemudian dibandingkan satu dengan yang lain dan dinilai oleh suatu tim
guna menentukan hasil perbandingan-perbandingannya.
c. Dari hasil
tersebut kemudian disusun suatu urut-urutan jabatan guna menentukan besarnya
upah untuk masing-masing jabatan tersebut.
Karena metode
ini sangat sederhana, maka biaya yang dibutuhkan juga amat murah. Hanya saja,
karena jabatan-jabatan yang ada diperbandingkan tanpa ada standard-standar
tertentu maka dapat dipastikan bahwa hasilnya menjadi kurang teliti.
Contoh
penerapannya:
Dalam suatu
departemen terdapat 4 jabatan yaitiu A, B, C dan D. spesifikasi jabatan ini
akan saling diperbandingkan satu sama lain. Jadi perbandingan ini adalah:
A : B B : C
A : C B : D
A : D C : D
Jumlah
perbandingan dapat diketahui dengan rumus :
N (N-1)
2
Dari hasil
perbandingan ini maka disusunlah suatu ranking hasilnya, misalnya sebagai
berikut:
|
Ranking
|
Jabatan
|
|
1
|
A
|
|
2
|
B
|
|
3
|
C
|
|
4
|
D
|
Dengan suatu survey upah maka dapat disusun struktur
upahnya.
Upah

2. Trade Grade or Classification Method (Job Grading)
Merupakan perbaikan dari metode ranking,
yaitu dengan menyusun suatu kelompok jabatan yang akan digunakan sebagai
standar pengukur untuk jabatan-jabatan yang akan dinilai. Pertama-tama disusun
suatu kelas-kelas jabatan dengan deskripsi jabatan yang bersifat umum. Setelah
itu jabatan-jabatan yang akan dinilai, diperbandingkan deskripsi jabatannya dengan
deskripsi-deskripsi jabatan dalam kelas jabatan. Dengan demikian dapat
diketahui suatu jabatan itu masuk kelas jabatan yang mana dan dapat ditentukan
tingkat upahnya.
Metode ini masih murah dan mudah diterapkan, selain itu akan memberikan
hasil yang lebih memuaskan. Hanya saja metode ini tidak efektif pada perusahaan
yang besar dan memiliki pekerjaan yang kompleks.
Contoh penerapan:
Pertama-tama disusun
kelas jabatan
|
Kelas Jabatan
|
Spesifikasi Jabatan
|
|||
|
Kecerdasan
|
Pengalaman
|
Pendidikan
|
Tanggung jawab
|
|
|
Pimpinan atas
|
Cerdas
|
Berpengalaman
|
Tinggi
|
Besar
|
|
Pimpinan menengah
|
Agak cerdas
|
Sedikit berpengalaman
|
Menengah
|
Sedang
|
|
Pimpinan bawah
|
Kurang cerdas
|
Kurang berpengalaman
|
Bawah
|
Ringan
|
Jabatan : mandor di pabrik
Spesifikasi :
Kecerdasan :
kurang
Pengalaman :
1 tahun
Tanggung jawab :
melaporkan setiap kejadian kepada atasannya
Dari situ
kemudian dapat diketahui kelas jabatan seorang mandor, serta upah yang
setingkat.
3.
The Factor
Comparison Method
Metode ini lebih kompleks daripada dua metode yang telah dijelaskan,
namun pada praktiknya kurang disukai karena tidak teliti pada system pointnya.
Dibandingkan dua metode sebelumnya, metode ini lebih sistematis dan mudah
dipahami oleh karyawan namun, penilaiannya masih kasar dan tidak langsung.
Proses penerapan system ini:
a. Memilih dan
memberikan penjelasan terhadap factor-faktor jabatan yang akan dinilai.
Misal:
|
Faktor-faktor
jabatan
|
Sub factor
jabatan
|
|
SKILL
|
1. Pendidikan
2. Inisiatif
3. Pengalaman
|
|
USAHA
|
4. Usaha
fisik
5. Usaha
mental
|
|
TANGGUNG JAWAB
|
6. Tanggung
jawab terhadap pekerjaan
7. Terhadap
mesin
8. Terhadap
uang
9. Terhadap
bahan
|
|
KONDISI KERJA
|
10. Lingkungan
kerja
11. Risiko
kerja
|
b. Pemilihan
jabatan kunci. Syarat-syaratnya:
-
Memiliki deskripsi yang cukup jelas
-
Merupakan jabatan yang dipandang penting
-
Memiliki factor jabatan yang dipandang cukup luas
-
Jabatan yang dipilih hendaknya mencakup
jabatan-jabatan pada tingkatan gaji yang terendah sampai yang tertinggi
c. Diadakan
penilaian atas factor-faktor jabatannya yang dilakukan oleh suatu tim/komite.
Contoh:
|
Jabatan kunci
|
Keterampilan
|
Usaha
|
Tanggung jawab
|
Kodisi kerja
|
|
Juru mudi
|
1
|
3
|
2
|
1
|
|
Teknisi
|
2
|
2
|
3
|
2
|
|
Operator mesin
|
3
|
1
|
1
|
3
|
d. Disusun alokasi
dari nilai uang untuk menentukan besar upah. Nilai uang ini disusun dan
disepakati oleh tim/komite.
Factor
nilai jabatan
Ranking
|
keterampilan
|
Usaha
|
Tanggung jawab
|
Kondisi kerja
|
|
Rank 1
2
3
|
30.000
25.000
15.000
|
30.000
20.000
10.000
|
20.000
15.000
10.000
|
10.000
6.000
3.000
|
|
Jabatan kunci
|
Total upah
|
Keterampilan
|
Usaha
|
Tanggung jawab
|
Kondisi kerja
|
||||
|
Rp
|
Rp
|
Rank
|
Rp
|
Rank
|
Rp
|
Rank
|
Rp
|
Rank
|
|
|
Juru Mudi
Teknisi
Op. mesin
|
70
58
41
|
30
25
15
|
1
2
3
|
10
15
20
|
2
3
1
|
20
15
10
|
1
2
3
|
10
3
6
|
1
3
2
|
e. Jika table
ranking dan nilai Rp untuk jabatan-jabatan kunci sudah tersusun, maka diadakan
penilalian terhadap jabatan-jabatan lain dengan cara membandingkan
factor-faktor jabatannya dengan factor-faktor jabatan kunci
Contoh : menilai jabatan kondektur
|
Faktor jabatan
kondektur
|
Factor
jabatan-jabatan kunci
|
|
Keterampilan
|
Sama dengan
operator mesin
|
|
Usaha
|
Sama dengan
teknisi
|
|
Tanggung jawab
|
Sama dengan
operator mesin
|
|
Kondisi kerja
|
Sama dengan
juru mudi
|
Ranking dan nilai Rp untuk jabatan kondektur (dalam
ribuan) adalah sebagai berikut:
|
Factor jabatan
kondektur
|
Ranking
|
Nilai Rp
|
|
Keterampilan
|
3
|
15
|
|
Usaha
|
3
|
15
|
|
Tanggung jawab
|
3
|
10
|
|
Kondisi kerja
|
1
|
10
|
|
Total upah
|
|
50
|
4. The point rating method (the point system)
Metode ini
paling banyak dipakai dalam praktik karena sifat-sifat dari metode ini dianggap
lebih teliti dan lebih objektif dalam menentukan nilai suatu jabatan. Metode
ini juga lebih luwes dengan menggunakan point
dan degree untuk su-sub factor
yang ada. Namun metode ini tidak dapat menghadapi perubahan-perubahan ekonomi
yang dapat mempengaruhi struktur pengupahan.
Proses
evaluasinya:
A. Memilih dan
menentukan factor-faktor jabatan yang akan dinilai
Factor-faktor dan sub-faktor tersebut ialah:
1. Factor
keterampilan dengan sub factor:
a. Pendidikan
b. Pengalaman
c. Inisiatif
2. Factor usaha
dengan sub faktornya:
a. Usaha fisik
b. Usaha mental
3. Factor tanggung
jawab dengan sub faktornya:
a. Tanggung jawab
peralatan/proses
b. Tanggung jawab
bahan/produk
c. Tanggung jawab
keamanan orang lain
d. Tanggung jawab
pekerjaan orang lain
4. Factor kondisi
dengan sub faktornya:
a. Kondisi kerja
b. Risiko kerja
B.
Menentukan degree
(tingkat) dari bobot tiap factor jabatan dan definisinya
C.
Menentukan nilai
point untuk setiap tingkat dari setiap factor sehingga dapat dihitung
berapa jumlah point untuk suatu jabatan tertentu
Contoh: suatu
jabatan mandor produksi memiliki spesifikasi jabatan sebagai berikut:
|
Spesifikasi
jabatan
|
Definisi
|
Ranking
|
Point
|
Total point
|
|
Keterampilan
-
Pendidikan
-
Pengalaman
-
inisiatif
Usaha
-
fisik
-
mental
Tanggung
jawab
-
peralatan/proses
-
bahan/produk
-
keamanan orang lain
-
pekerjaan orang lain
Kondisi
-
kondisi kerja
-
risiko
|
STM
2 tahun
Bersama
Ringan
Sedang
Kecil
Kecil
Maka tak
berarti macet
Sebagian
Sedang
Kecil
|
2
1
2
1
2
1
1
1
2
2
1
|
20
15
20
10
10
5
5
5
10
20
5
|
55
20
25
25
|
2.7 Aplikasi
Evaluasi Jabatan
Dalam rangka
perencanaan jabatan, evaluasi jabatan secara aplikatif dapat digunakan untuk
menentukan rentang upah bagi setiap jabatan. Disamping nilai yang diperoleh
dari perhitungan dengan metode-metode di atas, beberapa factor luar seperti
keadaan pasar buruh, pengupahanyang umum berlaku (yang biasa dilakukan oleh
perusahaan-perusahaan semi modern), kemampuan perusahaan, dan berbagai tekanan
politis tertentu.
Langkah-langkah
berikut perlu diikuti untuk memperoleh hasil yang baik:
1. Survei
Pengupahan Regional
Dilakukan dengan menentukan jabatan tolok ukur bagi
masing-masing kelompok pekerjaan dan membandingkan jabatan ini dengan jabatan
ini dengan jabatan yang sama dalam perusahaan sejenis lainnya. Yang
diperbandingkan biasanya tiga jenis
jabatan, yaitu: (a) ketukangan dan operator, (b) administrasi dan kepegawaian,
(c) manajerial dan tenaga ahli.
2. Konversi Harkat
Nilai ke dalam Satuan Uang
Dalam proses ini ditentukan nilai rata-rata dari
pengupahan regional dengan pengupahan perusahaan.
2.7.1 Fakta
Evaluasi Jabatan di Indonesia
Penerapan system
evaluasi jabatan di Indonesia pada kenyataannya masih belum selancar
Negara-negara lain yang telah dahulu menerapkakn metode tersebut (Ranupandoyo
dan Suad Husnan: 2002). Untuk menyusun analisis jabatan diperlukan penelitian
yang baik mengingat spesifikasi-spesifikasi jabatana yang ada saat ini di
berbagai perusahaan tidak ditentukan berdasarkan suatu penelitian yang
mendalam, terkadang dijumpai juga kesulitan karena tidak memiliki tenaga ahli
di bidang tersebut. Selain itu, factor kesadaran seluruh karyawan untuk
memahami tujuan evaluasi juga sangat menentukan kelancaran penerapannya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Perencanaan sumberdaya manusia tidak terlepas dari
seluruh aktivitas yang terkait dengan perencanaan jabatan. Dua hal yang krusial
dalam perencanaan jabatan adalah analisis dan evaluasi jabatan. Peranan suatu
jabatan menentukan penting dan tidaknya jabatan itu. Seluruh jabatan perlu,
akan tetapi harkat nilai masing-masing jabatan berbeda-beda. Perbedaan ini
dijelaskan dalam bentuk kategori jabatan, dan kategori ini menentukan pangkat.
Pangkat dapat diterjemahkan dalam bentuk satuan mata uang. Melalui evaluasi
jabatan, dapat dikaji mengenai system pengupahan yang adil.
Saran
Dalam
makalah ini banyak kekurangan dan belum sempurna sepenuhnya. Maka dari itu
penulis mengharapkan masukan dan saran atas makalah kami ini. Agar untuk
kedepannya makalah ini lebih sempurna dari sebelumnya.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Sudiro,


No comments:
Post a Comment