Sunday, July 3, 2016

MAKALAH PERENCANAAN TAKTIS SUMBER DAYA MANUSIA

MAKALAH
PERENCANAAN PENGEMBANGAN SDM
PERENCANAAN TAKTIS SUMBER DAYA MANUSIA
Dosen Pembibmbing: Dra. Ratna Nikin H, M.Si







Disusun oleh:
Shofi Aliyatul (213092000
Nur Habibah   (21309200
Winda Andini Putri    (2130920020)

JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
FAKULTAS ILMU ADMINISTASI
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2016



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas Kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Perencanaan Pengembangan SDM yang berjudul “Perencanaan Taktis Sumber Daya”. Atas dukungan moral dan materi yang diberikan dalam menyusun makalah ini, maka kami mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Dosen pembimbing Mata Kuliah Perencanaan Pengembangan SDM yang memberikan materi pendukung, masukan, dan bimbingan.
2.      Sahabat-sahabat kami yang memberi dukungan kepada kami dalam membuat makalah ini.
Semoga Allah SWT berkenan membalas segala kebaikannya. Kami harap makalah ini dapat berguna dikemudian hari. Di dalam makalah ini banyak sekali pembahasan tentang “Perencanaan Taktis Sumber Daya”, namun kami menyadari bahwa makalah kami belum begitu sempurna, oleh karena itu saran serta kritik yang membangun dari rekan-rekan kami butuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.




                                                                                                             Malang, 05 Maret 2016

                                                                                                           Penyusun





DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................. …….               i
DAFTAR ISI................................................................................................ …….               ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah................................................................................             1
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................             1
1.3 Tujuan............................................................................................................              2
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Konsep Perencanaan Sumberdaya…………………………………………  ..          3
2.2  Bidang Aktivitas / Activity Area…………………………………… ……...             3
2.3  Seperangkat Kebijakan Pengembangan Kebijakan dalam Bidang Aktivitas Taktis   5
2.4  Proses Perencanaan Sumberdaya Manusia Taktis………………………….              6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan....................................................................................................              7
3.2 Saran………………………………………………………………………..             7
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................            8         






BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG

Dalam proses manajemen, yang menjadi titik awalnya adalah perencanaan. Jadi perencanaan sebagai awal kita melakukan proses manajemen sebelum kita melakukan pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan.
Menurut George R. Terry perencanaan adalah: “planning is the selecting and relating of fact and the making and using of assumption regarding the future in the visualization and formulating of proposed activities believed necessary to achieve desired result”. Dalam pengertian tersebut bisa kita simpulkan antara lain:

1.   Perencanaan merupakan kegiatan yang harus didasarkan pada fakta, data dan                      keterangan kongkret.
2. Perencanaan merupakan suatu pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran, imajinasi dan kesanggupan melihat ke masa yang akan datang.
3.   Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan menyangkut tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan terhadap hambatan yang mengganggu kelancaran usaha.

            Pada intinya perencanaan dibuat sebagai upaya untuk merumuskan apa yang sesungguhnya ingin dicapai oleh sebuah organisasi melalui serangkaian rumusan rencana kegiatan tertentu. Dalam hal ini, tidak ada unit organisasi yang dapat ditunjuk memiliki tanggungjawab satu-satunya untuk melaksanakan fungsi human resource (sumber daya manusia). Namun, fungsi ini dilakukan oleh beragam kelompok orang yang tersebar di seluruh organisasi – dari mulai chief executive officer hingga line managers dan personalia yang bekerja di dalam departemen human resources. Bagaimana semua komponen ini berlangsung untuk bertindak bersama-sama dalam rangka mencapai strategi-strategi human resource? Pengembangan kebijakan taktis akan mengkoordinasikan beragam komponen untuk mencapai tujuan human resource strategis dengan upaya organisasi efisien.

1.2  RUMUSAN MASALAH
a.       Bagaimana Konsep Perencanaan Sumberdaya Manusia?
b.      Apa yang dimaksud Bidang Aktivitas / Activity Area?
c.       Bagaimana Seperangkat Kebijakan Pengembangan Kebijakan dalam Bidang Aktivitas Taktis?
d.      Bagaimana Proses Perancanaan Sumberdaya Manusia Taktis?

1.3  TUJUAN
a.       Untuk Mengetahui Konsep Perencanaan Sumberdaya Manusia.
b.      Untuk Mengetahui Pengertian Bidang Aktivitas / Activity Area.
e.       Untuk mengetahui Cara Kerja Seperangkat Kebijakan Pengembangan Kebijakan dalam Bidang Aktivitas Taktis.
f.       Untuk Mengetahui Proses Perancanaan Sumberdaya Manusia Taktis.















BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Perencanaan Sumberdaya Manusia
Perencanaan Taktis adalah alokasi dari sumber-sumber organisasi menjadi lebih khusus dalam unit-unit organisasi dan posisi-posisi pekerjaan (jabatan). Pada tingkat fungsi perencanaan, perencanaan taktis merupakan pembagian usaha sumberdaya manusia.
Terdapat dua konsep utama dalam perencanaan taktis merupakan pembagian usaha sumberdaya manusia yaitu:
·         Bidang aktivitas: pengelompokan (cluster) aktivitas-aktivitas yang dapat dikontrol oleh pernyataan kebijakan yang telah umum.
·         Seperangkat kebijakan: satu kelompok (group) kebijakan-kebijakan yang bersama-sama mengontrol keseluruhan tactical activity area.
2.2 Bidang Aktivitas / Activity Area
Identifikasi bidang aktivitas merupakan kunci bagi perencanaan taktis untuk fungsi sumberdaya manusia. Dengan memilih bidang-bidang yang penting bagi rencana strategis, komite taktikal perencanaan sumberdaya manusia berkonsentrasi untuk mengontrol bidang-bidang tersebut dan membantu untuk memastikan bahwa rencana strategis yang dimaksud dapat terlaksana.
Terdapat dua metode dalam mengidentifikasi bidang aktivitas yaitu:
·         Judgmental selection : pilihan didasarkan pada kontribusi bagi strategi-strategi sumberdaya manusia.
·         Empirical selection : pilihan didasarkan pada kontribusi bagi tujuan-tujuan sumberdaya manusia
Organisasi yang kecil dengan operasi di satu atau beberapa lokasi biasanya menggunakan judgmental selection. Sedangkan organisasi yang lebih besar dengan operasi di banyak lokasi biasanya menggunakan kedua metode tersebut.
a)      Judgmental selection
Dalam metode ini, komite menyiapkan daftar bidang aktivitas manajemen sumberdaya manusia yang mencakup seluruh aktivitas yang terjadi dalam organisasi. Kemudian komite mengevaluasi setiap bidang yang kepentingannya berkaitan dengan strategi-strategi sumberdaya manusia dalam organisasi. Proses ini menggunakan pertemuan khusus terstruktur, atau serangkaian pertemuan-pertemuan, yang dirancang untuk mengurangi kecenderungan individu untuk menyesuaikan diri tanpa berpikir dengan opini kelompok atau pemimpin. Struktur pertemuan memungkinkan atau mengizinkan anggota komite untuk mengembangkan pemahaman yang cermat dan umum dari bidang aktivitas dan strategi sumberdaya manusia. Hal ini akan memberikan informasi yang diperlukan untuk memilih area aktivitas dan akan mendorong kegunaan tujuan dari informasi tersebut.
Pertemuan tersebut sebaiknya menggunakan outside facilitator yang akan memfasilitasi kerja dari kelompok, dan bukan memimpin kelompok tersebut. Hal ini untuk menghindari kecenderungan umum lainnya dari peserta pertemuan untuk merubah pertanggungjawaban kepada pemimpin. Hal-hal yang dilakukan fasilitator adalah sebagai berikut:
1.      Menyiapkan pertemuan dengan menguraikan tugas bagi kelompok. Penguraian tugas yang kompleks menjadi lebih sederhana sangat meningkatkan akurasi keputusan yang dibuat melalui penggunaan informasi yang lebih efisien.
2.      Menyediakan kesempatan bagi seluruh anggota untuk berpartisipasi dan khususnya mendorong bagaimana ekspresi opini minoritas.
3.      Mendorong kelompok untuk menunda evaluasi sampai analisis selesai dilakukan.
4.      Menghindari penyampaian idenya sendiri kepada kelompok.
5.      Menyediakan persiapan laporan tertulis yang mengandung:
·         Pentingnya area aktivitas
·         Bidang aktivitas yang digunakan sebagai bidang taktis
·         Mengapa setiap bidang aktivitas yang dipilih penting untuk setiap strategi.
b)     Empirical Selection
            Metode pemilihan empiris didasarkan pada kenyataan bahwa lokasi operasi yang berbeda dari suatu organisasi melibatkan perhatian aktivitas menajemen sumberdaya manusia yang berbeda. Lokasi dipelajari untuk menentukan jumlah aktivitas-aktivitas yang diperhatikan yang dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan dari sumberdaya manusia dengan sukses. Bidang aktivitas yang paling banyak memberikan kontribusi dipakai sebagai taktik. Bidang aktivitas dapat diidentifikasi melalui langkah-langkah berikut:
1.      Melakukan audit aktivitas sumberdaya manusia di tiap-tiap lokasi.
2.      Melakukan analisis faktor pada kelompok aktivitas-aktivitas menjadi bidang aktivitas dan untuk menentukan perluasan dan keefektifan aktivitas di setiap bidang aktivitas.
3.      Mengembangkan pengukuran kontribusi dari setiap lokasi terhadap pencapaian tujuan sumberdaya manusia organisasi. Pengukuran ini akan diterapkan pada aktivitas sumberdaya manusia di berbagai lokasi.
4.      Melakukan analisis regresi untuk membangun hubungan antara perluasan dan keefektifan bidang aktivitas dengan pencapaian tujuan sumberdaya manusia dalam organisasi. Analisis ini akan menghasilkan bidang aktivitas yang sangat penting bagi pencapaian tujuan strategis.
c)      Comparison of the Selection Methods
            Metode judgmental dan metode empiris merupakan alat yang efektif untuk memilih area aktivitas yang penting bagi rencana strategis. Judgmental memfokuskan pada strategi, sedangkan empiris memfokuskan pada tujuan strategis. Suatu perusahaan dengan satu atau dua lokasi terbatas pada metode judgmental, sedangkan perusahaan dengan banyak lokasi menyadari pentingnya kegunaan dari kedua merode tersebut.
2.3 Seperangkat Kebijakan Pengembangan Kebijakan dalam Bidang Aktivitas Taktis
            Ketika bidang aktivitas taktis telah dipilih untuk digunakan sebagai taktik, maka kebijakan-kebijakan harus dikembangkan bagi bidang-bidang tersebut. Kebijakan-kebijakan yang diambil harus konsisten dengan filosofi organisasi yang berkaitan dengan sumberdaya manusia dan dengan tujuan serta strategi sumberdaya manusia. Setidaknya beberapa kebijakan telah ada sebelumnya bagi setiap bidang. Kebijakan-kebijakan tersebut harus direvisi sehingga bermanfaat bagi tujuan taktis.
            Analisis yang dilakukan untuk memilih bidang aktivitas akan menyarankan topik spesifik dan bahkan pemilihan kata yang spesifik untuk pernyataan kebijakan. Jika bidang aktivitas yang terpilih berdasarkan metode judgmental, maka anggota komite perencanaan taktis harus mempersiapkan laporan yang menyatakan alasan-alasan mereka bahwa strategi-strategi yang diambil akan melibatkan setiap area aktivitas yang terpilih. Alasan-alasan tersebut menunjuk pada keputusan penting yang harus dikontrol dengan kebijakan.
            Jika bidang aktivitas yang dipilih berdasarkan metode empiris, perhatian pada pengukuran termasuk dalam setiap faktor (bidang aktivitas) yang menyediakan petunjuk bagi keputusan penting yang harus dikontrol dengan kebijakan. Pengukuran tersebut lebih menitikberatkan pada faktor yang menekankan perhatian lebih besar dalam pengembangan kebijakan.
2.4 Proses Perancanaan Sumberdaya Manusia Taktis
            Komite perencanaan sumberdaya manusia taktis harus merancang serangkaian kebijakan taktis. Pedoman untuk merancang kebijakan taktis yang dapat diterapkan untuk serangkaian kebijakan taktis adalah sebagai berikut:
·         Rangkaian kebijakan taktis harus bersifat kompatibel dengan struktur distributif (struktur organisasi), budaya organisasi, dan anggaran finansial.
·         Rangkaian kebijakan taktis harus mempersiapkan upaya manajemen sumberdaya manusia untuk mendapatkan incremental return yang sama.
·         Rangkaian kebijakan taktis harus dapat berfungsi sebagai bagian yang terintegrasi untuk mengimplementasi rencana-rencana strategis. Rangkaian kebijakan taktis dan strategi-strategi sumberdaya manusia harus memiliki hubungan yang bersifat mutually interactive sehingga masing-masing dapat diatur menjadi efektivitas yang optimum dari hubungan tersebut.
·         Rangkaian kebijakan taktis harus sesuai dengan rancangan organisasi dan identitas organisasi.








BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
            Perencanaan Taktis adalah alokasi dari sumber-sumber organisasi menjadi lebih khusus dalam unit-unit organisasi dan posisi-posisi pekerjaan (jabatan).
            Identifikasi bidang aktivitas merupakan kunci bagi perencanaan taktis untuk fungsi sumberdaya manusia.
Komite perencanaan sumberdaya manusia taktis harus merancang serangkaian kebijakan taktis.
           
3.2 SARAN
Saran yang membangun dari para pembaca ,penulis sangat diharapkan ,berkenaan dengan sitematika penulisan makalah maupun pembahasannya, sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi kita semua.












No comments:

Post a Comment